Sedikit Barang, Sedikit Stres: Seni Hidup Minimalis di Rumah
![]() |
picture by chatGPT |
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, rumah seringkali menjadi tempat pelarian untuk mencari ketenangan. Namun, bagaimana jika rumah justru menjadi sumber stres akibat tumpukan barang yang tak terkendali? Konsep "sedikit barang, sedikit stres" atau minimalisme rumah hadir sebagai solusi untuk menciptakan ruang yang lebih lapang, teratur, dan menenangkan.
Konsep ini sangat cocok untukku, mengingat rumahku yang tidak terlalu luas dan hanya ada 4 ruangan, sehingga memiliki sedikit barang adalah sebuah kewajiban. Tidak hanya sedikit barang, namun aku juga membatasi membeli barang-barang besar seperti wajan dan panci yang jumbo wkwk. Percayalah, aku hanya kebingungan akan meletakkannya disebelah mana jika memiliki perabot yang besar dan banyak, sedangkan aku sendiri tidak memiliki sebuah gudang penyimpanan.
Tidak cukup sampai disitu, dulu sebelum aku memutuskan untuk tinggal dirumahku sendiri ada banyak sekali hal yang ingin aku aplikasikan kedalam rumahku. Seperti ingin membuat wall moulding pada ruang tamu atau wall panel karena aku ingin konsep rumahku mengarah ke japandi (japan scandinavian) lalu ingin memasang rooster karena terpengaruh konten rumah-rumah minimalis pada sosial media.
Tapi untungnya sebelum aku melakukan hal-hal yang kuinginkan diatas, aku ketemu beberap video di tiktok yang membahas bagaimana ribetnya merawat rooster agar nampak selalu bersih dari debu atau sarang hewan kecil. Begitu juga dengan wall moulding yang jadi sarang debu sehingga harus dibongkar. Fyuuhhh aku menghela nafas dan tak lupa bersyukur hihi. Karena aku tipikal pemalas, jadi kegiatan membersihkan hal-hal kecil tersebut sangatlah tidak cocok untukku. Wkwkwk
Tahu nggak mengapa banyak barang bisa menimbulkan stres?
Pertama bikin Beban Pikiran, setiap barang membawa beban pikiran, mulai dari perawatan, penyimpanan, hingga keputusan untuk membuangnya. Semakin banyak barang, semakin besar beban pikiran yang harus ditanggung. Kedua ruang menjadi terbatas, tumpukan barang membuat ruang terasa sempit, sesak, dan membatasi gerak. Ketiga sudah pasti akan kewalahan, melihat rumah yang berantakan dapat menimbulkan perasaan kewalahan, kelelahan, dan bahkan kecemasan. Dan yang paling penting adalah pemborosan waktu dan uang: Terlalu banyak barang seringkali berarti menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk perawatan, pembersihan, dan penyimpanan.
Ini langkah-langkahku
dalam menerapkan minimalisme di rumah
Decluttering: Mulai dengan memilah barang-barang di setiap ruangan. Buang atau sumbangkan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan atau digunakan.
Fokus pada
Fungsi:
Pertimbangkan fungsi setiap barang sebelum membelinya. Pilih barang-barang yang
benar-benar bermanfaat dan berkualitas.
Sistem
Penyimpanan yang Efektif: Gunakan sistem penyimpanan yang cerdas dan teratur untuk menjaga
barang-barang yang tersisa.
Hindari
Pembelian Impulsif: Sebelum
membeli barang baru, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar
dibutuhkan.
Apresiasi
yang Dimiliki: Belajar
untuk menghargai barang-barang yang sudah dimiliki daripada terus-menerus
mencari yang baru.
Minimalisme
Bukan Tentang Kekurangan:
Penting untuk diingat bahwa minimalisme bukan tentang hidup dalam kekurangan atau mengorbankan kenyamanan. Ini tentang menciptakan ruang yang lebih bermakna dan fungsional dengan menghilangkan hal-hal yang tidak perlu. Dengan menerapkan prinsip-prinsip minimalisme, rumah dapat menjadi tempat perlindungan yang sesungguhnya, tempat untuk beristirahat, mengisi ulang energi, dan menikmati hidup dengan lebih tenang dan bahagia.
Kalau ane sih emang paling seneng kalau lihat rumah hanya ada sedikit perabotan. Kalau lihat rumah yang banyak perabotannya, kelihatannya jadi sempit dan sumpek...
BalasHapusiya betul. lihat doang udah kerasa sumpeknya
HapusNice
BalasHapus😋😋
HapusRumah minimalis itu bikin suasana rumah jadi makin luas dan lega. Pasanganku juga berpemikiran seperti itu. Alhasil kami selalu rutin menjadwalkan kegiatan bersih rumah menyeluruh yang juga dibarengi acara atur ulang beberapa item di rumah. Biar gak bosen dan bisa maksimalkan space yang ada di rumah sederhana kami.
BalasHapuswah ide bagus nih, atur ulang barang2 juga bikin mood jadi happy.
Hapusaku melihat kamarku sendiri, rasanya sumpek, kayak terlalu banyak barang.
BalasHapusAda kalanya beberapa barang tertentu rasanya sayang mau dibuang, padahal memang udah ga pernah disentuh lagi. Memang kudu diniatin ya kalau mau decluttering
akupun pernah merasa seperti itu. kok sayang ya mau dibuang apalagi masih bagus. solusinya aku sumbang2in ke orang yang membutuhkan :D
HapusMakanya aku bingung Ama penderita hoarding disorder. Yg dirasain apa ngeliat barang SEBUANYAAAAAK dan SEBERANTAKAN itu.. kok ya betaaah 😔. Aku ga lihat secara langsung, tp cuma liat dr foto aja lgs stress.
BalasHapusPernah ada kejadian juga, rumah temenku, yg disewain ke orang lain, kebakaran. Orangnya ga ada saat kejadian. Pas akhirnya api Padam, ketauan kalo dia selama ini banyak taro barang2 sampai menggunung mba. Dan salah satunya JD pemicu kebakaran.
Aku termasuk yg ga suka barang banyak, makin banyak makin stress. Kalo mau beli baju aja, semisal mau beli 3, berarti ada 3 baju lama yg hrs dibuang.
turut prihatin atas kejadian yg menimpa temanmu mba. akupun kalau lihat banyak tumpukan barang apalagi barangnya segede gaban stress bgt dah. untuk baju aku akan beli lagi kalau benar2 udah rusak alias gak layak pakai xixi. seperti baju lebaran misalnya, udah dari 2020 bajunya itu itu aja dan its okayy :D
HapusHarusnya bgt ya tp aku masalahnya di suami. Banyak barang yg gak boleh dibuang krn katanya kenangan.
BalasHapusbarang apa nih contohnya mba? :) gak masalah ko selagi ada tempat untuk menyimpannya. dirumahku sayangnya kami tidak punya gudang, jd suatu keharusan untuk beli sedikit barang dengan size mini to medium hihi
Hapus